Tuesday, October 11, 2011

APA YANG SEBENARNYA DICARI MANUSIA??


Kalau boleh saya berpendapat dan menyimpulkan sendiri, sebenarnya yang dicari manusia dalam hidup ini adalah ketenangan.
Benar, ada yang berpendapat bahwa yang dicari adalah harta sebanyak-banyaknya di dunia ini, pendidikan setinggi-tingginya, atau jabatan, atau juga pasangan hidup yang cantik atau tampan. Namun jikalau kita memikirkannya lagi sebenarnya orang mencari harta juga beralasan bahwa dengan hartanya maka hidupnya akan terjamin maka ia akan tenang. Orang menempuh pendidikan setinggi-tingginya beralasan bahwa dengan pendidikan tinggi yang
diraihnya maka akan menjamin masa depannya sehingga tidak menjadi sengsara maka dia akan tenang. Orang mencari istri atau suami yang ideal juga beralasan bahwa dengan memiliki pasangan yang diidamkan juga niscaya akan mendapat ketenangan. Dan lebih banyak lagi yang berasalan bahwa dengan jabatan yang tinggi maka akan dihormati masyarakat dan dipastikan dia tidak akan hidup sengsara dan dia akan tenang.
Ada lagi kelompok kedua yang mengatakan bahwa dengan mendengarkan musik, dengan bertamasya, atau yang lebih ekstrim lagi yaitu dengan melakukan hal-hal yang tercela seperti mabuk-mabukan, menggunakan narkoba ataupun hal-hal buruk lainnya adalah untuk mendapatkan ketenangan. Kalau kita menanyakan mengapa mereka melakukan hal tersebut pasti mereka akan mengatakan karena dengan melakukan hal ini hidup saya akan lebih tenang dan bahagia dan terlepas dari cobaan hidup. Nah, melalui kelompok ini saya semakin yakin bahwa yang dicari manusia pada akhirnya adalah ketenangan.
Nah, jadi ketenanganlah yang sebenarnya menjadi muara dari pencarian aktifitas keseharian manusia selama ini. Namun yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah ketenangan yang sejati itu sebenarnya seperti apa?
Coba sekarang kita sama-sama memikirkan, ketika harta kita ternyata membuat kita tidak tenang karena khawatir akan berkurang, ketika pendidikan yang tinggi ternyata tidak menjamin kesuksesan, ketika pasangan yang cantik atau tampan ternyata memiliki kelakuan yang kurang baik, dan ketika jabatan tinggi membuat kita merasa was-was untuk mempertahankannya. Maka bisa saya katakana contoh-contoh tersebut merupakan sebuah penyangkalan yang dalam ilmu matematika ketika ada teorema yang mempunyai salah satu penyangkal, maka teorema tersebut tidak dapat diterima. Sehingga teori kebanyakan orang yang mengatakan hal-hal tersebut diatas pasti membuat kita tenang ternyata tidak pasti benar (artinya bisa saja benar bagi sebagian orang).
Kemudian mengenai kelompok kedua, saya juga percaya bahwa hal-hal tersebut akan mendatangkan ketenangan. Namun apakah merupakan ketenangan sejati? Ketika tidak ada waktu lagi untuk tamasya, ketika telinga sudah tidak dapat lagi mendengar, ketika benda-benda haram tersebut pada akhirnya merusakkan kehidupan dan ketenangan. Masihkah bisa dikatakan bisa mendatangkan ketenangan yang sejati?
Mari kita tengok kelompok ketiga. Yaitu orang-orang yang dekat dengan tuhannya. Tidak perlu banyak penjelasan disini! Cukup anda bisa lihat dari pancaran sinar wajahnya yang memancarkan ketenangan. Dan kebanyakan wajah-wajah itu saya jumpai pada bangunan jenis yang satu ini, Masjid!
Latar belakang orang-orang di dalamnya berbeda-beda, ada yang kaya, miskin, berpendidikan, tak berpendidikan, berkedudukan, tak berkedudukan, hitam, putih, namun kesemuanya terangkum dalam kesimpulan pribadi saya bahwa mereka adalah orang-orang yang ingin mendekatkan diri dengan tuhan dan mereka TENANG.